Minggu, 08 Mei 2016

2 APRIL 2016 BIDANG PENDIDIKAN

tanggal 2 April 2016. kami IPMA Cab. SMP dan IPMA Cab. MDA mengadakan acara Lomba Cerdas Cermat (LCC) gabungan.
Yang dilaksanakan di Aula SMP/MDA.
Acara tersebut berjalan dengan lancar dan seru. ada berbagai macam Soal. Seperti : Soal wajib , Soal Rebutan , Soal lemparan , tebak lagu , tebak gaya , sambung Ayat, dll.
Adapun pemenang Lomba Cerdas Cermat yaitu :
Juara I : Kelas 8/2 D
Juara II : Kelas 8/2 C
Juara III : Kelas 8/3 E.







Sabtu, 07 Mei 2016

21 APRIL 2016 KARTINI DAY

Pada tanggal 21 April 2016. Sekolah kita SMP AL-MUAYYAD SURAKARTA memperingati hari kartini dengan Upacara dan Berbagai macam perlombaan seperti : Hijab Style , Menghias nasi goreng , Keluwesan , pidato bahasa jawa , DLL. Siswa dan Siswi diwajibkan memakai Pakaian Kebaya atau batik atau yang berunsur kepahlawanan :)
untuk yang putri ada yang memakai kebaya dan batik dan diHijab.
Untuk yang Putra ada yang bergaya seperti Soekarno Hati dan para Ulama lainnya.














Jumat, 06 Mei 2016

KEBERSAMAAN IPMA SMP & MDA










BIDANG SEKSI DAKWAH

Pada Tanggal 23 Maret 2016. Kami dari IPMA Cab. MDA mendapatkan Intruksi Dari IPMA PUSAT. bahwa pada tanggal 27 maret 2016 akan Di adakan Ziarah Kubur kemakam mbah Nyai Hj. Shofiah Umar. IPMA Cab. MDA bekerja sama dengan IPMA Cab. SMP.
Acara Ziara kubur ini berjalan dengan lancar dan tertib.
Yang ditemani oleh mbak mbak IPMA PUSAT : Fathin Humamah dkk.

Kamis, 05 Mei 2016

BIDANG SEKSI MADING

Pada bulan April. Kami IPMA Cab. MDA mengadakan acara lomba mading antar kelas.acara tersebut berlansung selama 3 hari. tema mading tersebut bertemakan HUT MDA AL-MUAYYAD. seraya memperingati hari ulang tahun Sekolah kita SMP/MDA AL-MUAYYAD Yang Ke 42. dan pemenang lomba mading antarkelas tersebut :
Juara I : Kelas 2 C
Juara II : Kelas 1 C
Juara III : Kelas 2 D.

IPMA MDA JAYA !!!

IPMA CAB. MDA

A.     Sejarah dan Latar Belakang Berdirinya IPMA
IPMA adalah kependekan dari Ikatan Pelajar Madrasah Al Muayyad. Organisasi ini memiliki cakupan anggota yang luas, yaitu meliputi seluruh santri dan alumni Pondok Pesantren Al Muayyad Mangkuyudan Surakarta.
Sejarah berdiri dan berkembangnya IPMA tidak terlepas dari sekolah formal (MTs, SMP, MDA, MA, SMA dan MDW) yang diselenggarakan oleh pondok pesantren Al Muayyad Surakarta. Sistem pendidikan klasikal dimulai pada tahun 1939. dengan madrasah yang pertama kali yaitu Madrasah Diniyyah. Metode yang dipakai adalah pengajian Al Quran dan kitab-kitab kuning. Setelah adanya madrasah pengajian kitab, maka para santri harus mengikuti Madrasah Diniyyah tersebut. Pada saat itu santrinya baru sedikit yang kebanyakan dari warga kampung. Pengajian langsung diampu oleh beliau bapak KH. Ahmad Umar Abdul Mannan (Allahu yarham). Alfatihah…
Setelah tertata sedimikian rupa dan dipandang cocok untuk sarana pengembangan ajaran Ahlus Sunnah Wal Jamaah (Aswaja), maka MTs didirikan pada tahun 1970 dengan nama Manbaul Ulum yang kemudian diganti Al Muayyad, sebab ada persamaan dengan sekolah lain. Sesuai dengan kondisi dan perkembangan madrasah, mulailah terpikir untuk mendirikan organisasi santri Al Muayyad. Latar belakang didirikan organisasi tersebut adalah karena santri yang sekolah di Madrasah Diniyyah rata-rata mahasiswa, yang tentu sering terjadi hal-hal yang seharusnya tidak terjadi. Diantara tokoh pendirinya adalah:
  1. Bapak HM. Masykur Sulaiman (almarhum) Al Fatihah…
  2. Bapak Dr. Asyhadi (dosen senior FKIP UNS Jurusan MIPA)
  3. Bapak Drs. Hadi Muhtarom (Kepala Pengadilan Agama Trenggalek)
Setelah mendapat restu dari Simbah Kyai Ahmad Umar, maka didirikanlah IPMA MAdrasah Diniyyah pada tahun 1972, kemudian IPMA MTs pada tahun 1973.
Di samping hal  tersebut ada satu hal yang lebih penting bagi pengurus IPMA, yaitu membantu guru atau pengurus pondok, di mana santri harus dioyak-oyak segera masuk ke kelas. Tetapi itu IPMA zaman dahulu. Untuk zaman sekarang tentunya berbeda perkembangannya. Maka dari itu perlu dikembangkan kesadaran pribadi dalam kesehariannya maupun ketika berorganisasi.
Melihat perkembangan yang demikian pesat pada MTs, maka pada tahun 1974 didirikan Madrasah Aliyah (MA) Al Muayyad, sehingga berdirinya IPMA MA-pun mengikuti sekolah formal tersebut. Pada tahun 1975 beberapa kalangan mengusulkan untuk mendirikan IPMA Pusat sebagai wadah yang lebih besar. Akhirnya usulan itupun mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan. Maka IPMA Pusat dibentuk bersamaan dengan berdirinya IPMA MA. Hal ini memang tampak aneh. Namun mengingat kondisi saat itu, sehingga semua yang terjadi dianggap lumrah dan dapat dimaklumi.
Seperti halnya organisasi yang lain, IPMA-pun pernah mengalami masalah. Maka muncullah para tokoh revolusi organisasi Al Muayyad, yang kemudian membenahi IPMA. Ketiga pendekar organisasi tersebut, yaitu:
  1. M. Hasan Ruri
  2. Hasanudin Al Hadi
  3. HM. Badarudin Zahid (Pengasuh PP Nurudh Dholam, Trucuk Klaten)
Tahun 1990/1991 berdasarkan keputusan Yayasan Pendidikan Al Muayyad ditetapkan sebagai berikut: “bahwa setiap santri SMP atau MTs harus mengikuti pendidikan madrasah di Madrasah Diniyyah Awaliyyah (MDA), sedangkan siswa MA sengikuti pendidikan madrasah di Madrasah Diniyyah Wustho (MDW)”. Dengan demikian  IPMA MDA (ketua pertama Imam Talmitsani) dan IPMA MDW (ketua pertama Afnanuddin) dibentuk. Sedangkan sekolah formal SMU sekaligus IPMA-nya lahir pada tahun 1992 dengan ketua pertamanya adalah Abdul Jalil (Solo).
B.     Ruang Lingkup Kegiatan IPMA
Ruang lingkup kegiatan IPMA yaitu mencakup semua hal yang berhubungan dengan pembinan kesiswaan. Hal inilah yang nantinya dibutuhkan oleh pengurus IPMA ketika terjun di masyarakat, sehingga dapat menjadi suri tauladan yang baik dalam pergaulannya. Pengurus IPMA dibebaskan untuk mengelola organisasinya dengan kreatif dan inovatif yang penting tidak keluar dari tujuan dan misi organisasi IPMA. Disamping itu pengurus IPMA juga harus mampu beradaptasi dengan sekolahan. Sebagai contoh IPMA mengadakan lomba khitobah, mading, cerdas cermat atau yang lainnya. Ini akan sangat membantu mengaktifkan siswa dalam sekolah tersebut.
Walaupun pengurus IPMA medapatkan kebebasan dalam menjalankan organisasinya, mereka tidak dapat lepas dari urusan pondok. Untuk itu pengurus IPMA harus menyesuaikan diri dengan kondisi pondok. Sehingga pengurus pondok berhak untuk membubarkan IPMA yang sekiranya dapat mengganggu kestabilan dan keamanan pondok pesantren.
C.     Tujuan Pendidikan IPMA
Sebagaimana yang tercantum dalam anggaran Dasar IPMA, bahwa tujuan pendidikan IPMA adalah:
1.      Menanamkan dan meningkatkan keterampilan serta sikap supel agar kelak tidak canggung dalam menghadapi masyarakat
2.      Menumbuhkan kesadaran belajar dan berorganisasi dalam membina mental dan fisik
3.      Agar memiliki motivasi perjuangan yang militan dalam memegang tongkat kepemimpinan bagi agama, nusa dan bangsa
4.      Belajar hidup berwiraswasta

2 Mei 2016

BIDANG DAKWAH

Pada tanggal 2 Mei 2016. Kami dari IPMA Cab. MDA masa khidmat 2015 2016 mengadakan acara Lomba Khitobah yang bekerja sama dengan IPMA Cab. SMP. dengan tema "Pendidikan dan isra' mi'roj". Seraya memperingati Hari pendidikan nasional dan isra' mir'roj. Acara tersebut berjalan dengan lancar.
adapun pemenang Lomba Khitobah :
Juara I : Perwakilan dari kelas II D (Kharisma Anissa M)
Juara II : Perwakilan dari kelas III D (Annurliza Mahditiara)
Juara III : Perwakilan dari kelas III C (Silmi Sabila Fauziah)